Monday, August 25, 2008

Hidup Peduli & Berbagi

rESemua orang mempunyai hak yang sama untuk hidup secara layak.Sandang(pakaian),pangan (makanan),dan papan(tempat tinggal) menjadi kebutuhan mendasar.Baik kaya atau miskin sama-sama butuh makan dan minum untuk mempertahankan hidupnya.Itulah hukum alam yang tidak bisa ditolak.Pada awal April 2008,Badan Pemerhati Masyarakat Miskin Dunia melaporkan bahwa kenaikan harga bahan makanan telah membuat seratus juta orang lagi didunia masuk dalam kondisi rawan pangan,kelaparan atau kekurangan gizi.
Akibatnya, mereka menjadi pribadi yang kerdil dan mudah diprovokasi.Penjarahan roko-toko,misalnya,terjadi karena orang kelaparan.Kemiskinan tidak sekadar kata,tetapi telah berubah menjadi tempat untuk memenjara manusia.Tidak peduli dari mana harta itu diperoleh kaum miskin yang penting perut dapat diisi.Sungguh menjadi keprihatinan kita bersama.
Inilah yang menjadi keprihatinan Yesus dan para muridMelihat orang banyak,hati Yesus tergerak oleh belas kasihan."Tidak perlu mereka pergi,kamu harus memberi mereka makan"Yesus melatih kepekaan dan kepedulian para murid.Lima roti dan 2 ikan memang "kecil"untuk memberi makan 5000 orang.tapi karya Allah tetap harus diwujud nyatakan ditengah dunia.Bekal makanan yang sedikit,dan biasa-biasa saja telah diubah Tuhan menjadi luar biasa saja telah diubah Tuhan menjadi luar biasa.Melalui peristiwa ini ,para murid dan kita semua diajak Yesus untuk peka dan peduli terhadap sesama yang kecil,menderita,miskin dan lemah.Seberapapun pemberian kita,asal kita berikan dengan tulus dan penuh syukur,niscaya akan diubah Tuhan menjadi sarana keselamatan bagi sesama.Masyarakat selalu mengalami kemiskinan dan kekurangan karena warganya tidak mau berbagi.sebagai orang Kristiani hendaknya saling berbagi."Tidak ada yang berkekurangan diantara mereka,karena apa yang mereka miliki dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya" (Kis 4 :34 ; 35).
Semangat berbagi itu sangat mudah kita lakukan.Sikap peka dan peduli harus kita latih sejak dini.Jangan sampai kita menjadi kerdil karena terlalu berorientasi pada diri sendiri.

No comments: