"JanjiMu s'perti fajar pagi hari....
yang tiada pernah terlambat bersinar....
cintaMu s'perti sungai yang mengalir....
dan kutahu betapa dalam kasihMu.........."
Demikian lirik dari reff lagu "JanjiMu Seperti Fajar".
Hampir semua orang Kristiani mengerti dan menyanyikan lagu yang indah ini...
Tidak sedikit pula yang diberkati oleh lagu ini.
Tapi nggak banyak yang tahu siapa penulis lagu ini.
dibawah ini adalah story behind that song.
Apa yang dialaminya, sehingga lagu yang sangat powerful ini tercipta.
Original lho. From the deepest heart of songwriter "JanjiMu Seperti Fajar".......
Nama saya Afen Hardianto.
Saya tinggal di Malang bersama dengan istri dan
2 anak saya yang perempuan 6 tahun dan yang laki-laki 4 tahun.
Saya berpacaran dengan istri saya sejak duduk dibangku SMA.
Pada masa kita masih pacaran hubungan kita ditentang oleh keluarga istri saya.
Tetapi kita tetap berpacaran sampai akhirnya kita mendapatkan restu untuk
menikah. Tetapi tanpa saya sadari ternyata saya menyimpan kepahitan dari akibat
hubungan kami yang dulunya ditentang. Dan kepahitan itu saya simpan dan pupuk
dan saya bawa di pernikahan sampai menyebabkan hubungan saya dengan istri
menjadi kurang harmonis ditahun-tahun awal pernikahan kami.
Kemudian masuklah pihak ke tiga yang semakin memperkeruh keadaan rumah tangga
kami. Dan rumah tangga saya semakin amburadul.Saya menolak dan menganggap istri
saya sebagai penghalang kebahagiaan saya, sehingga saya membenci istri saya.
Rasa cinta terhadap istri sudah tidak ada lagi, yang ada adalah kebencian yang
menumpuk. Saya selalu menyakiti hati istri saya, walaupun istri saya tidak
membalas tetapi saya semakin menyakitinya. Saya tidak mempedulikan anak saya,
dan saya pun sibuk dengan keegoisan saya sendiri.
Yang dilakukan istri saya hanya berdoa dan berpuasa, bahkan saat ia
mengandung anak kami yang ke 2, ia berpuasa Ester untuk saya. Istri saya
menutupi segala keadaan yang terjadi dalam rumah tangga kami dari keluarganya.
Istri saya berpegang pada firman Tuhan di Amsal 21:1 :
"jika hati raja-raja ada didalam genggaman tangan Tuhan, apalagi hati seorang
Afen"
Tetapi saya tetap tidak memperdulikannya sampai pada akhirnya saya menyuruh
istri saya untuk pergi dan saya antarkan istri dan anak saya pulang
ke rumah orang tua istri saya. Dan orang tua istri saya pun menerima mereka
dan juga menghendaki perpisahan ini dan berujung pada perceraian.
Saat itu istri saya berkata kepada saya ini bukan akhir dari segalanya.
Setelah saya meninggalkan istri dan anak saya, saya berpikir saya akan
menjalani hidup saya yang baru. Tetapi pada suatu malam pada saat saya sendiri
Tuhan mengingatkan saya pada anak saya yang pertama, saya tiba-tiba merasakan
rindu dan kangen sekali pada anak saya itu. Waktu itu anak saya masih berusia
1,5 tahun. Hati saya hancur dan saya menangis. Saya berkata kepada Tuhan.
" Tuhan apakah akhir dari hidupku akan seperti ini, saya yang dari dulu(SMP)
sudah melayani Tuhan sebagai pemain musik tetapi apakah rumah tanggaku akan
berakhir dengan perceraian?"
Tiba-tiba Tuhan memberikan melodi kepada saya lagu :"JanjiMu Seperti Fajar"
Yang rencana saya lagu ini akan saya simpan untuk saya pribadi.
Tetapi pada saat pendeta saya mau rekaman, pendeta saya kekurangan 1 lagu
dan ia bertanya kepada saya, apa saya mempunyai lagu.
Dengan malu-malu saya tunjukkan lagu JanjiMu Seperti Fajar kepadanya.
Saya benar-benar tidak menyangka lagu tersebut ternyata menjadi berkat
bagi banyak orang, termasuk saya dan keluarga.
Dan singkat cerita Tuhan memulihkan keluarga saya. Istri, dan anak-anak saya
juga sudah kembali bersatu dengan saya. Bahkan anak ke 2 saya yang dulu saya
tolak dan lahir secara premature tanpa saya dampingi juga lahir dalam keadaan
yang normal dan sehat. Dan setelah keluarga saya kembali bersatu,
saya juga baru mengetahui bahwa pada saat keluarga saya berantakan setiap hari
istri saya menuliskan kata-kata iman di sebuah buku.
Didalam tulisannya tersebut istri saya mengatakan :
Suamiku Afen pasti dikembalikan Tuhan padaku, keadaan ini adalah baik bagiku
karena pasti ada anugerah besar bagiku, suamiku Afen adalah suami yang takut
akan Tuhan, suamiku Afen adalah suami yang mengasihiku, semua ini mendatangkan
kebaikan bagiku karena Tuhan pembelaku ada di pihakku.
Dan sekarang saya benar-benar merasakan pemulihan yang Tuhan kerjakan didalam
hidupku, bahkan saya juga tidak menyangka bahwa lagu JanjiMu Seperti Fajar
menjadi lagu terbaik Indonesian Gospel Music Award 2006 dan Tuhan memelihara
hidup kami sekeluarga juga melalui lagu tersebut.
Terima kasih Tuhan Yesus Memberkati.
(Afen Hardianto)
Wow...sungguh testimony yang mengharu biru.
Teman-teman pasti lebih dikuatkan lagi ya. Nggak pernah menyesal ikut Yesus,
karena di dalam Yesus nggak ada tuh yang namanya dead end.
Selalu ada jalan keluar. Selalu ada pengharapan yang baru.
Kalau Afen mengalami jalan keluar, kita juga akan mengalami jalan keluar.
Because our destiny is being more than a conquerer !!!
Bagi teman-teman yang mau mengisi blog harap kirimkan artikel tersebut melalui email ke kmk_st_petrus@yahoo.com.
Peraturan dalam mengirim artikel:
1. Pada saat mengirim artikel harap cantumkan nama dan jurusan teman-teman, misal : marcel,informatika 2001
2. Harap dicantumkan juga pengarang asli artikel yang dikirim untuk menghormati hak cipta pembuat artikelnya.
Artikel yang dipasang di blog adalah artikel yang memenuhi kedua syarat diatas.Terima kasih.
Monday, August 25, 2008
Dibalik Lagu "Janjimu Seperti Fajar"
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment