Thursday, August 28, 2008

MENGAPA SAYA HARUS MENGAMPUNI?

Jika seseorang mencuri barang yang kita sayangi, mengejek kita atau dengan sengaja menjatuhkan buku-buku kita dari meja, maka kita akan marah. Jika seseorang itu melakukan ketiga-tiganya, kita akan sangat marah. Jika ia melakukan ketiga-tiganya dalam satu hari, baiklah, ia harus berhati-hati menghadapi kita. Sekarang ini, kemarahan bagaikan sebuah gunung berapi yang siap meledak. Kemarahan meledak di mana-mana. Seolah-olah kita tidak dapat menghadapi situasi yang mengecewakan kita, selain dengan menjadi marah dan berusaha membalas. Kemarahan dalam satu jiwa saja akan mempengaruhi kekudusan Gereja secara menyeluruh. Semua orang dalam Gereja menderita jika bahkan satu orang saja tidak mau mengampuni.
Mengampuni bukan berarti melupakan, tidak marah, tidak membela diri. Mengampuni lebih dari sekedar itu. Mengampuni berarti membiarkan kekudusan, kelemahlembutan dan cinta Tuhan menjadi demikian kuat dalam hati kita sehingga kita dapat melangkah lebih maju: penuh belas kasihan, dan bukannya meledak dalam amarah; mengutamakan keadilan dan kemurahan hati, dan bukannya dengki serta balas dendam. Mengampuni berarti mendoakan orang yang menyebabkan kita marah.

Marah seringkali tidak menyelesaikan persoalan sama sekali, banyak kali malahan memperburuk keadaan. Memusatkan diri pada tujuan yang lebih mulia dan berusaha mencapai tujuan itu, akan memberikan hasil yang lebih baik. Sebagai contoh, marah atas apa yang dikatakan seorang teman kepadamu dapat menjadikan kalian saling bermusuhan. Daripada menjadi marah, kamu dapat membantu temanmu itu untuk bersikap lebih baik. Dengan demikian mengampuni menjadi salah cara untuk mempererat persahabatan. Memang lebih mudah menjadi marah. Tetapi jalan termudah belum tentu sesuai dengan jalan Kristus. Mengampuni menjadikan kita seperti Yesus. Kita hanya bisa mengampuni jika kita menerima rahmat Tuhan yang kita terima melalui doa. Jika kita mengampuni sesama kita, kita tahu bahwa Tuhan akan mengampuni kita juga.

No comments: