Monday, August 25, 2008

Mother Theresa

It's not how much we do,
but how much love we put in the doing.

It is not how much we give,
but how much love we put in the giving.

Kisah Jam Dinding

Sebuah jam dinding yang baru selesai dibuat. Pembuatnya menggantungkannya di dinding. Jam dinding baru yang masih muda itu melihat ke kiri dan ke kanan. Ternyata ada banyak sekali teman sebangsanya.

Ia bertanya kepada teman di sampingnya yang sedang rajin bekerja; ‘Apa yang harus aku perbuat?’ Jam dinding tua di sebelah kirinya berkata dengan penuh sombong; ‘Engkau harus mengikuti teladanku. Dalam setahun engkau harus bergerak ke kiri dan ke kanan sebanyak 33.000.000 kali!’

Mendengar itu jam dinding yang masih muda dan belum berpengalaman itu hampir saja jatuh pingsan. ‘Apakah saya mampu bergerak sebanyak itu?’ keluhnya.

Melihat teman yang masih belum bermakan garam yang sudah hampir menyerah sebelum memulai itu, jam dinding di sebelah kanannya berusaha menghiburnya; ‘Hai anak muda! Tak usah engkau berpikir terlalu berat, tak perlu menghitung dalam setahun engkau bergerak berapa kali. Dalam setiap detik bergeraklah satu kali, itu sudah cukup bagimu.’

Jam dinding yang masih muda kini menjadi agak lega. Ia merasa bahwa ia mampu bergerak sekali dalam setiap detik. Dan secara tak sadar ia telah menyelesaikan 33.000.000 dalam setahun.

----

Jesus berkata; ‘Janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.' (Mat 6:34).

4 biarawan

Empat orang biarawan diijinkan untuk pergi bermalam minggu oleh
Pastur, namun harus melaporkan hal apa saja yang telah mereka lakukan.
Keesokannya ....

Biarawan I : "Pastur semalam saya telah berdosa karena menonton film, yang tidak sepantasnya di tonton"
Pastur : "Dosamu telah diampuni, karena kamu telah mengaku, Sekarang pergi dan minumlah air suci!"

Mendengar hal itu si Biarawan IV, yang berada di urutan paling belakang, tersenyum kecil.

Biarawan II : "Pastur, semalam saya berdosa karena saya tidak hati-hati mengendarai motor sehingga
menabrak seekor anjing dan membunuhnya!"
Pastur : "Dosamu telah diampuni, karena kamu telah mengaku, Sekarang pergi dan minumlah air suci!"

Biarawan IV, kembali tersenyum, diikuti dengan tertawa "he..he..he...he...he..."

Biarawan III: "Pastur semalam saya berdosa karena tidak sengaja melihat tetangga saya sedang mandi"
Pastur : "Dosamu telah diampuni, karena kamu telah mengaku, Sekarang pergi dan minumlah air suci!"

Biarawan IV tidak tahan lagi tertawa makin keras, "Hua...ha...ha..."

Pastur : "Mengapa kamu tertawa seperti itu, Apa yang kamu lakukan semalam?"
Biarawan IV : "Saya buang air kecil di tempat air suci, Pastur!"

Katakan TIDAK buat si JAHAT

Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya,
jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak.
Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
( Matius 5:37 )


Katanya ......
Ada hari dimana kita boleh berdusta .....
Katanya pula .....
Ada dusta kecil dan dusta besar .....
Bahkan katanya .....
Ada dusta putih .....

Namun ....
Adakah kita yang sudah mengenal Dia .....
Juga beranggapan demikian ..... ?

Bolehkah kita katakan TIDAK untuk sesuatu yang YA ..... ?
Atau .....
Kita katakan YA untuk sesuatu yang TIDAK ..... ?

FirmanNya pagi ini mengingatkan kita ......
Jika YA hendaklah kita katakan YA .....
Dan ....
Jika TIDAK hendaklah kita katakan TIDAK .....

Apa yang lebih dari pada itu .....
Berasal dari si jahat .....

Jadi .....
Bila kita putar-putar antara YA dan TIDAK .....
Di manakah si jahat itu ..... ?
Adakah itu masih tinggal di dalam kita ..... ?


Tuhan memberkati.

Surga

# SURGA 1

Seorang guru Sekolah Minggu bertanya pada anak-anak, "Bila saya menjual
rumah dan mobil saya, dan menjual semua barang milik saya, lalu
memberikannya ke gereja, apakah saya akan masuk sorga?"

"TIDAK!", jawab anak-anak itu.

"Bila saya membersihkan gereja setiap hari, memangkas rumput di
halamannya, dan membersihkan serta merapikan semuanya, apakah saya akan
masuk sorga?"

Lagi, jawabnya adalah, "TIDAK!"

"Baik. Bila saya menyayangi semua binatang dan memberikan permen pada
semua anak dan mengasihi isteri saya, apakah saya akan masuk sorga?"

Lagi, mereka semua menjawab, "TIDAK!"

"Jadi, bagaimana saya bisa masuk sorga?"

Seorang anak lima tahun berteriak, "ANDA HARUS MATI!"

______________

# SURGA 2

Guru Sekolah Minggu bertanya pada murid-muridnya, "Siapa yang ingin pergi
ke sorga, coba angkat tangan!"
Semua murid-murid di kelas itu mengangkat tangannya, kecuali seorang
anak.
Guru bertanya, "Kamu tidak ingin pergi ke sorga?"
Murid itu menjawab, "Tidak, Bu Guru. Ibu saya menyuruh saya segera pulang
ke rumah, tidak boleh pergi ke mana-mana."

____________________

# SURGA 3

Suatu pagi, di sebuah Sekolah Minggu.
Ibu Guru : Siapa yang mau masuk sorga acungkan jarinya!
Murid : Saya, Bu Guruuuuuuuu....
Hampir semua murid di kelas tersebut mengacungkan jarinya kecuali satu anak.
Bu Guru : Ucok, kenapa kamu tidak mau masuk sorga?
Ucok : Saya tidak mau masuk sorga, Bu, saya ingin masuk tentara.

Dibalik Lagu "Janjimu Seperti Fajar"

"JanjiMu s'perti fajar pagi hari....
yang tiada pernah terlambat bersinar....
cintaMu s'perti sungai yang mengalir....
dan kutahu betapa dalam kasihMu.........."

Demikian lirik dari reff lagu "JanjiMu Seperti Fajar".
Hampir semua orang Kristiani mengerti dan menyanyikan lagu yang indah ini...
Tidak sedikit pula yang diberkati oleh lagu ini.
Tapi nggak banyak yang tahu siapa penulis lagu ini.

dibawah ini adalah
story behind that song.
Apa yang dialaminya, sehingga lagu yang sangat powerful ini tercipta.
Original lho. From the deepest heart of songwriter "JanjiMu Seperti Fajar".......

Nama saya Afen Hardianto.
Saya tinggal di Malang bersama dengan istri dan
2 anak saya yang perempuan 6 tahun dan yang laki-laki 4 tahun.
Saya berpacaran dengan istri saya sejak duduk dibangku SMA.
Pada masa kita masih pacaran hubungan kita ditentang oleh keluarga istri saya.
Tetapi kita tetap berpacaran sampai akhirnya kita mendapatkan restu untuk
menikah.
Tetapi tanpa saya sadari ternyata saya menyimpan kepahitan dari akibat
hubungan kami yang dulunya ditentang. Dan kepahitan itu saya simpan dan pupuk
dan saya bawa di pernikahan sampai menyebabkan hubungan saya dengan istri
menjadi kurang harmonis ditahun-tahun awal pernikahan kami.

Kemudian masuklah pihak ke tiga yang semakin memperkeruh keadaan rumah tangga
kami.
Dan rumah tangga saya semakin amburadul.Saya menolak dan menganggap istri
saya
sebagai penghalang kebahagiaan saya, sehingga saya membenci istri saya.
Rasa cinta terhadap istri sudah tidak ada lagi, yang ada adalah kebencian yang
menumpuk. Saya selalu menyakiti hati istri saya, walaupun istri saya tidak
membalas
tetapi saya semakin menyakitinya. Saya tidak mempedulikan anak saya,
dan
saya pun sibuk dengan keegoisan saya sendiri.

Yang dilakukan istri saya hanya berdoa dan berpuasa, bahkan saat ia
mengandung anak kami yang ke 2, ia berpuasa Ester untuk saya. Istri saya
menutupi segala keadaan yang terjadi dalam rumah tangga kami dari keluarganya.
Istri saya berpegang pada firman Tuhan di Amsal 21:1 :
"jika hati raja-raja ada didalam genggaman tangan Tuhan, apalagi hati seorang
Afen"


Tetapi saya tetap tidak memperdulikannya sampai pada akhirnya saya menyuruh
istri saya untuk pergi dan saya antarkan istri dan anak saya pulang
ke rumah orang tua istri saya. Dan orang tua istri saya pun menerima mereka
dan juga menghendaki perpisahan ini dan berujung pada perceraian.

Saat itu istri saya berkata kepada saya ini bukan akhir dari segalanya.
Setelah saya meninggalkan istri dan anak saya, saya berpikir saya akan
menjalani
hidup saya yang baru. Tetapi pada suatu malam pada saat saya sendiri
Tuhan
mengingatkan saya pada anak saya yang pertama, saya tiba-tiba merasakan
rindu
dan kangen sekali pada anak saya itu. Waktu itu anak saya masih berusia
1,5 tahun.
Hati saya hancur dan saya menangis. Saya berkata kepada Tuhan.
" Tuhan apakah akhir dari hidupku akan seperti ini, saya yang dari dulu(SMP)
sudah melayani Tuhan sebagai pemain musik tetapi apakah rumah tanggaku akan
berakhir dengan perceraian?"

Tiba-tiba Tuhan memberikan melodi kepada saya lagu :"JanjiMu Seperti Fajar"
Yang rencana saya lagu ini akan saya simpan untuk saya pribadi.
Tetapi pada saat pendeta saya mau rekaman, pendeta saya kekurangan 1 lagu
dan ia bertanya kepada saya, apa saya mempunyai lagu.
Dengan malu-malu saya tunjukkan lagu JanjiMu Seperti Fajar kepadanya.
Saya benar-benar tidak menyangka lagu tersebut ternyata menjadi berkat
bagi banyak orang, termasuk saya dan keluarga.

Dan singkat cerita Tuhan memulihkan keluarga saya. Istri, dan anak-anak saya
juga sudah kembali bersatu dengan saya. Bahkan anak ke 2 saya yang dulu saya
tolak dan lahir secara premature tanpa saya dampingi juga lahir dalam keadaan
yang normal dan sehat. Dan setelah keluarga saya kembali bersatu,
saya juga baru mengetahui bahwa pada saat keluarga saya berantakan setiap hari
istri saya menuliskan kata-kata iman di sebuah buku.

Didalam tulisannya tersebut istri saya mengatakan :
Suamiku Afen pasti dikembalikan Tuhan padaku, keadaan ini adalah baik bagiku
karena pasti ada anugerah besar bagiku, suamiku Afen adalah suami yang takut
akan Tuhan, suamiku Afen adalah suami yang mengasihiku, semua ini mendatangkan
kebaikan bagiku karena Tuhan pembelaku ada di pihakku.

Dan sekarang saya benar-benar merasakan pemulihan yang Tuhan kerjakan didalam
hidupku, bahkan saya juga tidak menyangka bahwa lagu JanjiMu Seperti Fajar
menjadi lagu terbaik Indonesian Gospel Music Award 2006 dan Tuhan memelihara
hidup kami sekeluarga juga melalui lagu tersebut.
Terima kasih Tuhan Yesus Memberkati.
(Afen Hardianto)

Wow...sungguh testimony yang mengharu biru.
Teman-teman pasti lebih dikuatkan lagi ya. Nggak pernah menyesal ikut Yesus,
karena di dalam Yesus nggak ada tuh yang namanya dead end.
Selalu ada jalan keluar. Selalu ada pengharapan yang baru.
Kalau Afen mengalami jalan keluar, kita juga akan mengalami jalan keluar.
Because our destiny is being more than a conquerer !!!

Percaya Itu Tidak Mudah

Banyak peristiwa kecil yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan sungguh meneguhkan iman,dimana seseorang mengalami penyelenggaraan yang begitu besar.Ada sebuah kisah tentang seorang pekerja kasar yang harus menunjang kebutuhan pokoknya sehari -hari dengan gaji yang sangat minim.Namun meski demikian ia memiliki hubungan yang sangat minim.
Namun meski demikian ia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan.Suatu ketika secara mendadak ia harus mengeluarlan uang dalam jumlah besar untuk membayar biaya kontrak rumahnya.
Tetapi pada suatu ketika ia terpaksa harus pindah ketempat lain sebab ia sudah tak memiliki sepeser uangpun untuk membayar semua tunggakan rumah kontrakannya.Selang beberapa bulan kemudian, tanpa disangka-sangka datanglah seorang rekan menemuinya untuk mengembalikan uang pinjaman yang jumlahnya tak lebih dan tak kurang dari jumlah uang yang ia butuhkan untuk kontrakannya yang baru.
Sejak peristiwa ini iman pekerja tersebut semakin bertumbuh dan berkembang dan relasinya dengan Tuhanpun semakin bertambah dalam.Banyak hal mustahil yang dikerjakan Tuhan dalam hidup kita,yang bagi kita sulit untuk dipercaya.BahkanYesus sendiri menegaskan bahwa bagi manusia hal-hal itu tidak mungkin tetapi tidaklah demikian bagi Tuhan
Percaya itu tidaklah mudah! Dalam peristiwa hidup sehari-hari sering kita jumpai hal-hal yang mustahil yang akhirnya kita abaikan.jika kita telah mengenal dan sungguh beriman kepada Tuhan secara mendalam,maka tidak akan ada lagi rasa bimbang ataupun keragu-raguan dalam diri kita.Kita sungguh yakin dan percaya sepenuhnya bahwa semua hal yang kita alami merupakan penyelenggaraan Tuhan.Kita akan selalu bersyukur kepada-nya dalam iman yang semakin bertumbuh dari hari kehari.

"Kata Yesus kepadanya:"Karena engkau telah melihat Aku,maka engkau percaya.Berbahagialah mereka yang tidak melihat,namun percaya."
Yohanes 20:29

Kekuatan Dalam Ketakutan

Setiap orang didunia ini pasti pernah merasakan ketakutan,dan tentu saja hal ini sangat manusiawi.ketakutan menjadi tidak manusiawi jika rasa takut itu sangat menguasai seluruh kehidupan seseorang,bahkan sampai pada hal yang terkecil.
Pada zaman yang semakin tidak menentu ini,banyak orang yang dilanda ketakutan dan kecemasan.dua hal yang dapat menolong umat beriman untuk tetap berdiri adalah kasih dan iman.
Didalam suratnya Yohanes berkata;"Didalam kasih tidak ada ketakutan:kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan;sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut,ia tidak sempurna di dalam kasih"(1 yoh 4:18 ).
Jika kita memilih kasih yang besar kepada Tuhan dan sesama maka ketakutan tidak akan menguasai diri kita.Iman kepada Kristus dapat mengalahkan ketakutan.Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya:"Mengapa kamu takut?"Ketika kita bersama dengan Kristus seharusnya tidak ada yang perlu kita takutkan.
Yesus adalah Allah yang berkuasa atas seluruh kehidupan kita.Ia adalah Tuhan dan tak ada satupun yang mustahil bagi Dia.Satu hal yang Ia minta kepada kita adalah percaya.
Pada saat kita percaya,Ia akan membuat "danau" kehidupan kita yang berkecamuk dilanda angin dan badai dunia menjadi teduh kembali.


"Ia berkata kepada mereka:"Mengapa kamu takut,kamu yang kurang percaya?'Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu,maka danau itu menjadi teduh sekali."
Matius 8 :26

Hidupmu sudah diatur Tuhan

Di salah satu gereja di Eropa Utara, ada sebuah patung Yesus Kristus yang disalib, ukurannya tidak jauh berbeda dengan manusia pada umumnya. Karena segala permohonan pasti bisa dikabulkan-Nya, maka orang berbondong-bondong datang secara khusus kesana untuk berdoa, berlutut dan menyembah,hampir dapat dikatakan halaman gereja penuh sesak seperti pasar.
Di dalam gereja itu ada seorang penjaga pintu, melihat Yesus yang setiap hari berada di atas kayu salib, harus menghadapi begitu banyak permintaan orang, ia pun merasa iba dan di dalam hati ia berharap bisa ikut memikul beban penderitaan Yesus Kristus. Pada suatu hari, sang penjaga pintu pun berdoa menyatakan harapannya itu kepada Yesus.
Di luar dugaan, ia mendengar sebuah suara yang mengatakan, "Baiklah! Aku akan turun menggantikan kamu sebagai penjaga pintu, dan kamu yang naik di atas salib itu, namun apapun yang kau dengar, janganlah mengucapkan sepatah kata pun." Si penjaga pintu merasa permintaan itu sangat mudah.
Lalu, Yesus turun, dan penjaga itu naik ke atas, menjulurkan sepasang lengannya seperti Yesus yang dipaku diatas kayu salib.
Karena itu orang-orang yang datang bersujud, tidak menaruh curiga sedikit pun. Si penjaga pintu itu berperan sesuai perjanjian sebelumnya, yaitu diam saja tidak boleh berbicara sambil mendengarkan isi hati orang-orang yang datang.
Orang yang datang tiada habisnya, permintaan mereka pun ada yang rasional dan ada juga yang tidak rasional, banyak sekali permintaan yang aneh-aneh.
Namun, demikian, si penjaga pintu itu tetap bertahan untuk tidak bicara, karena harus menepati janji sebelumnya.
Pada suatu hari datanglah seorang saudagar kaya, setelah saudagar itu selesai berdoa, ternyata kantung uangnya tertinggal.
Ia melihatnya dan ingin sekali memanggil saudagar itu kembali, namun terpaksa menahan diri untuk tidak ber bicara. Selanjutnya datanglah seorang miskin yang sudah 3 hari tidak makan, ia berdoa kepada Yesus agar dapat menolongnya melewati kesulitan hidup ini. Ketika hendak pulang ia menemukan kantung uang yang ditinggalkan oleh saudagar tadi, dan begitu dibuka, ternyata isinya uang dalam jumlah besar. Orang miskin itu pun kegirangan bukan main, "Yesus benar-benar baik, semua permintaanku dikabulkan!" dengan amat bersyukur ia lalu pergi.

Diatas kayu salib, "Yesus" ingin sekali memberitahunya, bahwa itu bukan miliknya. Namun karena sudah ada perjanjian, maka ia tetap menahan diri untuk tidak berbicara. Berikutnya, datanglah seorang pemuda yang akan berlayar ke tempat yang jauh. Ia datang memohon agar Yesus memberkati keselamatannya. Saat hendak meninggalkan gereja, saudagar kaya itu menerjang masuk dan langsung mencengkram kerah baju si pemuda, dan memaksa si pemuda itu mengembalikan uangnya. Si pemuda itu tidak mengerti keadaan yang sebenarnya, lalu keduanya saling bertengkar.
Di saat demikian, tiba-tiba dari atas kayu salib "Yesus" akhirnya angkat bicara. Setelah semua masalahnya jelas, saudagar kaya itu pun kemudian pergi mencari orang miskin itu, dan si pemuda yang akan berlayar pun bereggas pergi, karena khawatir akan ketinggalan kapal.
Yesus yang asli kemudian muncul, menunjuk ke arah kayu salib itu sambil berkata, "TURUNLAH KAMU! Kamu tidak layak berada disana." Penjaga itu berkata, "Aku telah mengatakan yang sebenarnya, dan menjernihkan persoalan serta memberikan keadilan, apakah salahku?"

"Kamu itu tahu apa?", kata Yesus. "Saudagar kaya itu sama sekali tidak kekurangan uang, uang di dalam kantung bermaksud untuk dihambur-hamburkannya. Namun bagi orang miskin, uang itu dapat memecahkan masalah dalam kehidupannya sekeluarga. Yang paling kasihan adalah pemuda itu. Jika saudagar itu terus bertengkar dengan si pemuda sampai ia ketinggalan kapal, maka si pemuda itu mungkin tidak akan kehilangan nyawanya. Tapi sekarang kapal yang ditumpanginya sedang tenggelam di tengah laut."

Ini kedengarannya seperti sebuah anekdot yang menggelikan, namun dibalik itu terkandung sebuah rahasia kehidupan...

Kita seringkali menganggap apa yang kita lakukan adalah yang paling baik, namun kenyataannya kadang justru bertentangan. Itu terjadi karena kita tidak mengetahui hubungan sebab-akibat dalam kehidupan ini.

Kita harus percaya bahwa semua yang kita alami saat ini, baik itu keberuntungan maupun kemalangan, semuanya merupakan hasil pengaturan yang terbaik dari Tuhan buat kita, dengan begitu kita baru bisa bersyukur dalam keberuntungan dan kemalangan dan tetap bersuka cita.

Sebab kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan buat kita. (Roma 8:28)

Dengan Hati.

Ketika membuka jendela kamar,melihat bunga-bunga mawar bermekaran indah,tangkainya melambai-lambai di tiup angin pagi yang sejuk.melihat mawar yang semarak indah,tertangkap makna keindahan yang mesti di syukuri dan undangan untuk memuji Sang Keindahan sejati. Telingapun mendengar kicauan burung-burung kecil diantara dedaunan pohon mangga yang tumbuh di samping rumah. Mendengar kicauan riang burung itu,terangkat hati untuk juga memuji Sang Pencipta kehidupan.
Sepanjang hari mata kita melihat banyak hal yang menyenangkan dan yang tidak mengenakan .Kita juga melihat aneka peristiwa yang ditayangkan melalui televisi dan mendengarkan banyak berita baik di dalam maupun di luar negeri.Telingapun mendengarkan kata-kata peneguhan dalam Sabda Allah,dalam sapaan sesama yang menghibur dan menegur,memuji mengeluh,kritikan dan jerit pilu alam dan lingkungan yang rusak karena ulah manusia.Namun,mampukah kita menangkap makna dibalik semua yang kita lihat dan dengarkan?Ataukah kita hanya berhenti pada yang terlihat dan terdengar saja?Sesudah melihat banyak hal baik yang dikerjakan Yesus dan mendengarkan ajaran-Nya,para murid mendapat peneguhan dari Yesus Sendiri:"Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.Sebab ada banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat,tetapi tidak melihatnya,dan ingin mendengar apa yang kamu dengar,tetapi tidak mendengarnya."
Indra mata dan telinga memampukan kita melihat dan mendengar apa yang tampak.Namun untuk bisa menemukan makna dari apa yang tak tampak,kita perlu melihat dan mendengar dengan hati.Semoga mata dan hati kita makin tajam melihat dan mendengarkan pesan-Nya yang nyata dalam keseharian hidup.

Sahabat Sejati

Suatu ketika dua orang sahabat melakukan perjalanan melintasi gurun pasir.
Dalam perjalanan mereka asik bercakap-cakap dalam terik matahari padang pasir,
dan karena teriknya sinar matahari membuat suhu udara begitu panas, dan percakapan mereka pun turut memanas, hingga terjadilah selisih pendapat dan perang mulut, dan akhirnya seorang teman itu menampar temannya yang lain.
Teman yang ditampar ini merasa terluka dan tanpa banyak bicara ia berjongkok dan menulis suatu kalimat diatas pasir yang berbunyi : " Hari ini Sahabat Sejatiku menampar aku".
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan dengan kesunyian.. sampai pada suatu ketika mereka tiba di OASIS..
dan karena panasnya mereka memutuskan untuk mandi di oasis tersebut. Ketika mereka hendak turun ke oasis itu, teman yang tadi ditampar ini terjebak dalam lumpur hidup, dan mulai tenggelam.
Teman yang tadi menamparnya berusaha menolongnya. . dan setelah kejadian tersebut dilewati mereka dan teman yang terluka ini selamat dari kematian.. segera ia menuju sebuah batu besar yang berada ditepi oasis itu dan mengukir kalimat yang berbunyi : " Hari ini Sahabat Sejatiku menyelamatkan hidupku.. ".
Melihat itu temannya berkata, " Sahabat mengapa ketika aku menampar kamu, kamu mencurahakan perasaan dengan menulis diatas pasir, tapi ketika aku menolongmu engkau mencurahkan perasaanmu dengan tulisan diatas batu?".
Temannya menjawab dia, "Ketika aku terluka oleh sahabatku aku menulis diatas pasir agar begitu datang angin pengampunan akan menghapusnya, dan ketika aku ditolong oleh Sahabatku kutulis diatas batu agar tak ada angin dari manapun yang dapat menghapusnya. "

Dibalik Lagu "Sentuh hatiku"

Dear all,

Mungkin banyak yang dengar lagu sentuh hatiku, yang dinyanyikan oleh maria Shandy.
Akan tetapi dibalik lagu itu ternyata ada sebuah kisah yang luar biasa.
Pencipta lagu ini adalah seorang anak Tuhan,
Kisah didalam lagu itu adalah milik teman sekolahnya.
Temannya itu diperkosa oleh ayahnya sendiri dan menjadi gila, sehingga harus dipasung(dirantai) dirumahnya.
Ia suka datang dan mendoakan anak itu sambil sesekali menulis lirik lagu..waktu pun berlalu...

Diapun pindah kota dan mulai sibuk dengan kegiatannya sendiri. Suatu ketika anak perempuan itu menelpon dia.
Tentu saja kaget bukan main, krn anak itu kan gila. dipasung pula? kok skrg bisa lepas? telp pula?

Akhirnya anak perempuan itu cerita,
suatu hari entah karena karat atau bagaimana rantainya lepas. Satu hal yang langsung dia ingat, dia mau bunuh bapaknya!
Tetapi saat dia bangun, ia melihat Tuhan Yesus dengan jubah putihnya, berkata :
"Kamu harus maafin papa kamu."
Tetapi anak itu ga bisa dan dia terus menangis, memukul, dan berteriak..
Sampai akhirnya Tuhan memeluk dia dan berkata : "Aku mengasihimu"
Walaupun bergumul akhirnya anak itupun memaafkan papanya, mereka sekeluarga menangis dan boleh kembali hidup normal.

Dari situ lah lagu sentuh hatiku ditulis,

betapa ku mencintai segala yang telah terjadi
tak pernah sendiri, selalu menyertai
betapa kumenyadari didalam hidupku ini..
kau selalu memberi rancangan terbaik oleh karena kasih
Bapa sentuh hatiku, ubah hidupku, menjadi yang baru
Ajarku mengerti sebuah kasih yang selalu memberi..
KasihMu ya Tuhan tak pernah berhenti..

Kisah diatas sungguh2 terjadi, semoga bisa menginspirasi kita agar bisa merasakan kasih Tuhan yang luar biasa.. ^^

Berjuang di Tengah "Kerikil'' Kehidupan

Orang yang bergabung dalam sebuah kelompok atau lembaga dituntut untuk mentaati perintah atau aturan yang ditetapkan.Bila tidak,mereka bisa saja dikenai sanksi atas pelanggaran mereka;tidak peduli apakah mereka itu presiden ,pejabat atau orang biasa sekalipun
.Kepada murid-murid-Nya ,Yesus berbicara tentang konsekuensi menjadi pengikut-Nya."Setiap orang yang mau mengikut Aku,ia harus menyangkal dirinya,memikul salibnya dan mengikut Aku"Tiga tugas yang harus dikatakan Yesus tersebut mungkin berat.Tetapi ,itulah yang harus dilayani oleh seorang Kristen.Kita harus berjuang bersama Yesus dalam setiap langkah hidup kita.bahkan,orang yang berusaha untuk terikat dengan dunia akan kehilangan nyawanya.Pada waktunya,Allah akan datang dan mengadili semua orang sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya
Menjalani hidup tidaklah mudah.seseorang harus mau berjuang,bukan hanya hidup jasmani,tetapi juga berjuang untuk memperdalam hidup rohaninya.Caranya bagaimana?Kita diajak untuk berusaha menyangkal diri,memanggul salib hidup kita dan berjalan mengikut-nya.Semuanya itu adalah perjalanan rohani seorang Kristen.Mungkin Kita akan menjumpai "kerikil-kerikil" kehidupan yang membuat kita terjatuh.Disaat seperti itulah,kita diajak untuk bangun,bangkit dan terus menjalani hidup kita,sesuai dengan kehendak-Nya.
Maukah aku berjuang bersama dengan Yesus,berusaha memanggul salib hidup setiap hari dan mengikuti-Nya? Ataukah kita malah lari dan berpaling dari Allah?

Hidup Peduli & Berbagi

rESemua orang mempunyai hak yang sama untuk hidup secara layak.Sandang(pakaian),pangan (makanan),dan papan(tempat tinggal) menjadi kebutuhan mendasar.Baik kaya atau miskin sama-sama butuh makan dan minum untuk mempertahankan hidupnya.Itulah hukum alam yang tidak bisa ditolak.Pada awal April 2008,Badan Pemerhati Masyarakat Miskin Dunia melaporkan bahwa kenaikan harga bahan makanan telah membuat seratus juta orang lagi didunia masuk dalam kondisi rawan pangan,kelaparan atau kekurangan gizi.
Akibatnya, mereka menjadi pribadi yang kerdil dan mudah diprovokasi.Penjarahan roko-toko,misalnya,terjadi karena orang kelaparan.Kemiskinan tidak sekadar kata,tetapi telah berubah menjadi tempat untuk memenjara manusia.Tidak peduli dari mana harta itu diperoleh kaum miskin yang penting perut dapat diisi.Sungguh menjadi keprihatinan kita bersama.
Inilah yang menjadi keprihatinan Yesus dan para muridMelihat orang banyak,hati Yesus tergerak oleh belas kasihan."Tidak perlu mereka pergi,kamu harus memberi mereka makan"Yesus melatih kepekaan dan kepedulian para murid.Lima roti dan 2 ikan memang "kecil"untuk memberi makan 5000 orang.tapi karya Allah tetap harus diwujud nyatakan ditengah dunia.Bekal makanan yang sedikit,dan biasa-biasa saja telah diubah Tuhan menjadi luar biasa saja telah diubah Tuhan menjadi luar biasa.Melalui peristiwa ini ,para murid dan kita semua diajak Yesus untuk peka dan peduli terhadap sesama yang kecil,menderita,miskin dan lemah.Seberapapun pemberian kita,asal kita berikan dengan tulus dan penuh syukur,niscaya akan diubah Tuhan menjadi sarana keselamatan bagi sesama.Masyarakat selalu mengalami kemiskinan dan kekurangan karena warganya tidak mau berbagi.sebagai orang Kristiani hendaknya saling berbagi."Tidak ada yang berkekurangan diantara mereka,karena apa yang mereka miliki dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya" (Kis 4 :34 ; 35).
Semangat berbagi itu sangat mudah kita lakukan.Sikap peka dan peduli harus kita latih sejak dini.Jangan sampai kita menjadi kerdil karena terlalu berorientasi pada diri sendiri.

Alat Tuhan

Di Komplexs perumahan elit seringkali dipasang portal pada malam hari untuk menghalangi orang yang akan masuk.Portal ini dipasang demi keamanan warga. Jadi,tidak sembarang orang bisa memasuki kompleks rumah.dalam hidup bersama juga ada orang-orang yang mendapat julukan "portal".Mereka ini mempunyai sifat egois,sulit berkomunikasi,jarang berkumpul dengan tetangga,bahkan sering membuat kekacauan.Akibatnya,keteraturan dan kebersamaan dalam masyarakat menjadi kering dan penuh kecurigaan.Yesus yang menegur para murid karena menghalangi banyak orang dan anak-anak yang mau datang kepada-Nya.Sungguh mengecewakan bahwa sahabat-sahabat-Nya yang terdekat tidak mau menjadi alat untuk membawa semakin banyak orang kepada-Nya.
"Janganlah menghalang-halangi mereka;biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku;sebab orang-orang seperti itulah empunya kerajaan Surga".
Yesus menghargai mereka yang mau datang kepada-Nya.Bahkan Ia berkenan meletakkan tangan-Nya atas anak-anak tersebut dan memberkati mereka.Teguran Yesus membawa hikmah bagi mereka .Para murid diingatkan untuk tidak menjadi palang penghalang,melainkan pembuka jalan bagi orang lain untuk sampai kepada Yesus.Para murid diundang untuk menjadi saluran penerus kasih Tuhan,sehingga banyak orang menadapat berkat-Nya.
St Teresia Lisieux pernah menulis,"Saya adalah kuas kecil yang dipilih Yesus untuk melukis gambar-Nya didalam jiwa orang-orang yang telah dipercayakan kepadaku".Atau Beata Teresa dari Kalkuta pernah berujar,"Saya hanyalah seutas kabel.arusnya adalah cinta Tuhan" Kedua orang kudus ini siap sedia menjadi saluran kasih Tuhan.kata-kata mereka merupakan kerelaan hati untuk bekerja sama dengan Tuhan menyalurkan berkat-Nya.Bagaimana dengan hidup kita? Tak jarang kita menjadi portal penghalang bagi orang lain untuk bertemu Yesus.Dengan tingkah laku yang tidak bermutu,kita menjadi penghalang orang untuk menjadi dekat dengan Tuhan.Ingatlah,kita semua dipanggil untuk menjadi alat kasih Tuhan untuk sesama.

Hidup Bermakna.

"Di doa ibuku namaku disebut".Kalimat pendek ini merupakan sebagian lirik dari lagu yang terkenal disenandungkan oleh Nikita yang sangat sering kita dengar.Itu adalah sebuah lirik sederhana yang sebenarnya terasa begitu bermakna bila kita renungkan sebagai doa kita sendiri.
Lukas menulis:"mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia"(Luk 4:38b)dan "semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakit,yang menderita bermacam-macam penyakit".Memang kita tidak bisa hidup seorang diri.Tanpa kita sadari,ada banyak orang yang begitu memperhatikan dan mencintai kita.Mereka adalah sarana yang membawa kesembuhan dan keselamatan bagi kita.Dalam Lukas 4;38-44 mengingatkan kita untuk bertanya ,sudahkah kita menjadi sarana keselamatan bagi orang lain?
Betapa indahnya hidup ini bila kita mamapu membuatnya menjadi bermakna.Makna itu bukan hanya bagi kita sendiri tetapi juga bagi orang lain.hidup menjadi indah ketika kita menjadi sarana keselamatan bagi orang lain.Kita mungkin tidak mampu melakukan hal-hal yang besar atau luar biasa bagi sesama,Namun banyak hal-hal baik,yang kecil dan sederhana,yang mampu kita lakukan untuk mereka.Itu akan mengerjakan keselamatan yang besar.
Karena sesuatu yang kecil dimata kita bisa merupakan hal yang besar di mata Allah.Mungkin orang lain tidak mengetahui apa yang kita lakukan,dan memang semestinya kita tak perlu memamerkan apa yang kita lakukan,karena kita melakukannya dengan sepenuh hati
Tapi percayalah,Allah tak pernah menutup mata untuk segala kebaikan yang kita lakukan.Allah mengetahuinya dengan pasti.
Maka lakukan sebanyak mungkin kebaikan tanpa menghitung-hitung dan mengharapkan penghargaan manusia.Tuhan akan membalasnya.
Rasul Paulus berkata:",...masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya"
1 Kor3 :8b

"Hal kecil atau sederhana yang kita lakukan bagi sesama,adalah hal yang besar di mata Allah"