Monday, September 8, 2008

1001 Burung kertas

Ada sepasang kekasih yang saling mencintai
mereka bernama Jix dan Jiu.
Jix adalah seorang yang miskin dan kekurangan sedangkan Jiu adalah seorang anak pedagang yang cukup kaya.
Meski begitu Mereka selalu bersama, saling menguatkan satu sama lain
dan membantu mengatasi kesulitan satu sama lainnya.
Setiap mereka tuntas menyelesaikan masalah mereka berdua
Jix melipat sebuah burung kertas, menuliskan masalah yang telah mereka lewati dan menuliskan harapannya
kemudian memberikannya kepada Jiu. Jiu menggantungnya di kamarnya satu demi satu

Waktu berjalan terus sampai suatu hari Jix memutuskan untuk
melamar Jiu menjadi isterinya. Ia melipat burung kertas dengan kertas
transparan dan menghiasnya dengan begitu indahnya
Lalu iapun pergi menemui Jiu dan mengungkapkan harapannya
untuk hidup berbahagia dengan Jiu.

Tak disangka2 Jiu menolak Jix. Ia mengatakan ia hanya mau menikah dengan
orang yang kaya raya dan ia sudah memutuskan untuk menikah dengan
teman sekolahnya yang kaya raya. Jix marah kepada Jiu ia mengumpat Jiu begitu
kejamnya. tetapi Jiu terdiam dan tidak berkata apapun.

Jix begitu putus asa, ia pun membenci Jiu sebegitu dalamnya.
ia melihat Jiu seorang yang matre, tidak berperasaan, dan suka mempermainkan perasaan orang.
Dalam hati kecilnya ia bersumpah akan menjadi seorang yang kaya raya
untuk membalas dendam kepada Jiu dan keluarganya.

Jix merantau ke kota-kota lain.
Jix yang keras pendiriannya mulai bekerja keras
ia banyak belajar dan tekun sedikit demi sedikit mengumpulkan uang, berinvestasi,
dan mendirikan usaha-usaha sendiri di kotanya.
berkat ketekunannya ia menjadi seorang yang sukses besar dan kaya
sayangnya semuanya itu digunakannya untuk membalaskan dendamnya kepada Jiu.

Hari yang ditunggu pun datang, ia kembali ke kota tempat ia dan jiu saling mencintai sebagai kekasih. Mengendarai mobilnya yang paling mewah dengan beberapa bodyguard
ia mencari2 Jiu dan keluarganya untuk mengumpatnya dan mengejeknya.
Akhirnya ia menemukan orang tua Jiu sedang duduk2 di sebuah gubuk peyot.
Jixpun berkata dalam hatinya : " Rasain kamu kena kutuk, Kekayaanmu habis karena sikapmu terhadap aku."
Jixpun mencibir dan mengejek habis-habisan orang tua Jiu dengan kata-kata pedasnya.
Mereka hanya menangis sedih melihat ulah Jix terhadap mereka.
Jix tidak peduli, ia kemudian berputar dan pergi meninggalkannya.

Perjalanan Jix terhenti di ujung jalan kampungnya,
sebuah kuburan sederhana dihiasi 1001 buah burung kertas di atasnya
Kuburan itu tertulis sebuah nama : "Jiu".

Pada burung kertas yang ke 1001 Jiu menuliskan pesannya kepada Jix

To Jix
Jix, maafkan aku yang membohongimu.
Aku menderita penyakit ganas yang tidak dapat sembuh.
Aku sebenarnya sangat mencintaimu Jix, aku sakit mendengar engkau begitu tega
mengumpatku sedemikian kejamnya....tetapi maafkan aku yang terlebih dahulu kejam terhadapmu aku tahu kamu sangat sakit waktu itu.
Tetapi Jix, Aku tidak mau kamu putus asa dan menyiksa dirimu dengan mengurung diri
sehingga kamu menjadi Jix yang gagal. Aku tahu sifatmu Jix melebihi semuanya
dan Aku percaya Jix saat kamu membaca surat ini kamu telah meraih segala yang kamu cita-citakan kecuali aku....
Orang tuaku telah mati-matian membiayai penyakitku ini sehingga mereka jatuh miskin.
mereka berharap aku dapat sembuh dan menikah denganmu
mereka begitu sayang kepadamu. sayang jalan hidup kita tidak kesitu....
aku berharap kamu mau memaafkan aku, Jix

From
One who love u forever
Jiu

BASE ON TRUE STORY

kisah 2 karyawan

reAda 2 orang karyawan yang bekerja pada seorang bos besar
2 karyawan ini merupakan karyawan yang amat dikasihi oleh sang bos
Mereka bekerja cukup baik dan loyal.

Suatu hari sang bos pergi ke luar negeri, ia tidak meninggalkan apa pun untuk
2 karyawannya itu tetapi ia berjanji bahwa ia akan memberikan banyak upah
pada mereka setelah tiba di luar negeri. Ia meminta 2 karyawannya untuk mengirimkan
email jika mereka menginginkan sesuatu dan sang bos berjanji akan mengabulkannya
jika pekerjaan mereka baik.

Mulai hari itu sang bos tidak lagi nampak pada perusahaannya
tetapi 2 karyawan utamanya yang mengatur kerja perusahaan itu
mereka tak henti-hentinya mengirimkan email kepada sang bos itu
mengenai permohonan mereka.

Hari demi hari berlalu, ada perbedaan yang cukup signifikan antara 2 karyawan itu
karyawan pertama semakin hari semakin ceria, semakin banyak senyum, dan semakin
baik pekerjaannya dan semakin sering mengirimkan email kepada sang bos.
sedangkan karyawan kedua semakin hari semakin buruk keadaannya
ia mulai uring-uringan, marah-marah tanpa sebab dan mulai meninggalkan pekerjaan
yang dipasrahkan sang bos kepadanya dan semakin lama semakin jarang mengirimkan email
lagi kepada sang bos....
(...BERSAMBUNG...)

What happens ?
Tunggu sampai KMK Minggu ini...11 September 2008
Thema : Kuasa Doa.