Saat pertama manusia mulai terbentuk, bermula dari 1 sel bertambah banyak menjadi 2 - 4 - 8 - dan seterusnya. Sel sel itu semakin banyak dan tumbuh berbeda satu sama lain, beberapa membentuk jaringan saraf kompleks yang untaian panjangnya lebih daripada keliling bumi, beberapa membentuk pembuluh darah yang mulai dari diameter 5 cm sampai dengan ukuran micron, beberapa membentuk tulang-tulang penyangga tubuh yang kokoh, beberapa membentuk jaringan pencernaan, dan jaringan-jaringan lainnya.
Manusia berkata kejadian ini sesuai dengan logika.
Bukankah logika terbentuk dari jaringan-jaringan saraf itu ?
Bagaimana ia dapat menjelaskan darimana ia berasal dan menyatakannya ?
Bukankah ini malah tidak masuk akal?
Pandanglah benda-benda angkasa raya yang ada.
Bumi....Tatasurya....galaxy.....unigalaxy.....dll.
yang maha luas dan besar.
darimana asalnya massa di sana? Siapakah yang meletakkan materi ledakan pertama dalam bigbang?Jika massa berasal dari energi, darimana energi itu berasal?
Manusia berkata bahwa benda-benda angkasa itu beserta aturan geraknya sesuai logika
tetapi jawaban pertanyaan asal muasalnya, manusia berkata tidak sesuai logika.
sebenarnya logika itu apa? Kebiasaan? atau warisan turun-temurun dari orang yang mengajar kita?
Pandanglah sistem atomic-molekuler
Bagaimana manusia bisa mengatakan jika H bereaksi dengan F itu sesuai dengan logika.
jika dalam H2SO4 dicelup Pb dan PbO menghasilkan listrik itu sesuai logika.
jika H2O akan terbakar dalam gas Cl2 itu sesuai dengan logika.
Siapakah yang menetapkan aturan-aturannya ?
Siapakah yang meletakkan muatan listrik pada proton dan elektron?
Siapakah yang membuat keduanya tarik-menarik sehingga persenyawaan zat dapat terjadi
untuk kelangsungan alam semesta ini?
Jika fenomena yang tampak dari zat-zat itu sesuai logika bagaimana mungkin hakikat terjadinya tidak sesuai logika?Adakah yang mampu mencapai hakikat suatu benda dengan pikirannya?
Tuhan telah tahu sejak semula,Logika pengetahuan akan menjadi pedang bermata dua
Ia membuat manusia menjadi sombong dan tidak mengakui Penciptanya.
Itulah sebabnya Ia melarangnya sejak semula.
Berbahagialah kita yang masih dapat mengatakan :
"Terpujilah Tuhan, Agung dan luar biasa karyaMu Tuhan, Kusembah dan Kupuji TuhanKu yang Kuasa atas segala sesuatu." Amin....